Majalah Internet


Jakarta, MajalahInternet.com - Berdasarkan salah satu pasal di pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak, di tambah dengan telah disahkannya Rancangan Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas, Rumah Internet Atmanto (RIAT) menyelenggarakan pelatihan internet khusus untuk penyandang Tuna Netra.

Dalam pelatihan tersebut, RIAT menggandeng generasi muda Tuna Netra yang tergabung dalam Kartunet (Karya Tuna Netra). Tujuan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan penyandang disabilitas visual (tuna netra) agar mampu mandiri dengan pemanfaatan teknologi khususnya internet.

Juru bicara RIAT, Amy Atmanto mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini senada dengan pemikiran Indar Atmanto, penerima penghargaan Presiden RI tahun 2010 atas pengabdiannya di bidang internet.

"Adapun misi RIAT yang didirikan oleh Adam Atmanto dan Faiz Atmamto, menyediakan solusi praktis yang dihadapi para disabilitas visual dengan bantuan teknologi. Tujuannya, memberikan nilai lebih kepada masyarakat dan lingkungan, khususnya para penyandang disabilitas," ujar Amy di Rumah Internet Atmanto, jalan Pengadegan Utara, Jakarta Selatan.

Untuk kegiatan pelatihan di tempat ini, lanjut Amy, antara lain berupa pelatihan pengenalan komputer, pengenalan internet, dan pelatihan e-Commerce. Selain itu, kata dia, RIAT dan Kartunet juga akan mengembangkan website untuk keperluan crowdsourcing penggalangan dana dan dukungan (supporting) agar masyarakat luas dapat turut berpartisipasi dalam program pemberdayaan tunanetra.

"Kegiatan pelatihan rencananya akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Mei 2016. Meski demikian, hal itu tergantung pada kesiapan sarana dan prasarana serta jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini. Untuk saat ini, kami menargetkan 10 peserta dulu yang akan mengikuti kegiatan," kata Amy Atmanto.

Pendiri (founder) RIAT, Faiz Atmanto yang masih berusia 16 tahun, menambahkan, peserta pelatihan akan mengikuti kegiatan satu kali dalam sebulan. Selama itu pula, papar Faiz, nantinya para peserta akan mendapatkan berbagai ilmu tentang dunia internet dari para ahli di bidangnya yang telah memiliki banyak pengalaman.

"Salah satunya, penggiat Kartunet, Rico, yang berpengalaman di dunia online marketing dan mampu menghasilkan uang hingga US$ 20.000. Kami juga ingin agar sahabat tuna netra mendapatkan kesempatan yang sama di bidang teknologi dan melek akan internet. Sehingga mereka setidaknya bisa mendapatkan uang dolar pertamanya," tambah Faiz.

Merespon pendirian RIAT, sejumlah pihak juga terlibat dalam pemberian dukungan dalam acara sosial ini seperti Alfia Reziani (anggota komisi VIII DPR), Yeni Wahid, Inggrid Kansil, Yullie Grillon (Istri Duta Besar Paraguay), Tahsine Aqil (istri Duta Besar Pakistan), Yeni Fatmawati (Istri Fahmi Idris), Tatat Rahmita Utami (owner Universitas/Yayasan Paramadina), Sabrina Bensawan (Saab Shares Foundation), Grand Hyatt Jakarta dan masih banyak lainnya.

Lebih lanjut Amy Atmanto menambahkan, RIAT juga masih membuka pintu yang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk turut berpartisipasi memberdayakan kalangan penyandang tuna netra. Hal ini nantinya dapat disalurkan melalui program crowdsourcing.

"Kami masih membutuhkan tambahan bantuan untuk intensitas menjalankan kegiatan ini. Kebutuhan tersebut antara lain tiket pesawat untuk 10 kursi per bulan, perangkat komputer dan lisensi software screen reader, konsumsi selama jalannya pelatihan dan sebagainya. Untuk itu kami sangat mengharapkan partisipasi masyarakat luas maupun perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan CSR," tambah Amy. (FH/FER)
Powered by Blogger.